Saturday, April 20, 2019

Thailand Trip – Part 3 (Grand Palace, Wat Pho (Reclining Budha), Wat Arun, Icon Siam, Asiatique)



2 April 2019, Hari ke 3
Hari ini kami berencana ke Grand Palace, Wat Pho (Reclining Budha), Wat Arun, Icon Siam, Asiatique.
Sarapan di ruko sebelah Platinum mall, harga Hainan chicken rice 60 baht, dan wife ambil makan prasmanan dengan 2 lauk tanpa daging seharga 40 baht saja. Dari depan tempat makan apabila dengan Grab harga nya 160an baht dan lagi-lagi kami menggunakan taxi yang sebelumnya kami pastikan menggunakan argo. Argo menunjukkan 105 baht ketika sampai di Grand Palace dan kami kasih supir 120 baht. Supir terlihat senang sekali, mungkin ini antaran pertama dia pagi ini.
Di Grand Palace kami hanya foto2 di depan Grand Palace, tidak masuk ke dalam. Tiket untuk masuk setau saya cukup mahal, dulu 2014 seharga 500baht.  Setelah selesai di Grand Palace kami jalan kaki 850m ke Wat Pho. Cuaca sangat panas dan very exhausted.
Tiket masuk Wat Pho sebesar 200baht seorang dan mendapatkan 1 botol air minum. Celakanya tiket untuk tuker air minumnya hilang sama saya. Jadinya diomelin ama wife. Haha.. Untungnya kami selalu bawa botol minum ketika brangkat dan di sana bisa isi air minum juga. Bangunan wat pho ini arsitektur nya mirip dengan kuil di Grand Palace, mungkin karna kuil ini dekat dengan Grand Palace dan arsitek nya juga sama. Its just my opinion anyway.
Setelah puas foto2 maka kami menuju pier (dermaga) yang persis terdapat di seberang Wat Pho untuk menuju Wat Arun. Biaya ferry dari Wat Pho ke Wat Arun hanya sebesar 4 baht. Sangat murah…
Sesampai di Wat Arun, kami masuk ke kuil (bukan Wat Arun tetapi kuil di sebelahnya) yang dimana banyak orang local masuk dan ternyata di dalam terdapat kuil dimana mereka sembahyang. Untuk masuk kuil ini tidak ada biaya masuknya.
Setelah itu kami nongki dulu beli iced coffe latte seharga 60baht. Setelah melepas lelah baru kami masuk ke Wat Arun, harga tiket Wat Arun sebesar 50baht 1 orang. Setelah puas foto2 di Wat Arun maka kami menuju Icon Siam. Menuju Icon Siam rencana nya dengan jalan darat, tidak ferry. Taxi yang pertama kami temui minta 250baht untuk menuju icon siam, padahal jaraknya cuman sekitar 4km. Lalu kami samperin tuk2 dimana dia minta 100baht dan kami tawar 80baht. Then kita jalan lagi pake tuk2. Hehe.. Kali ini supir nya lebih normal. Haha.. Perjalanan sekitar 20 meni dan sampai di Icon Siam. Kami diantar sampai lobby IconSiam. =)) Jadi tuktuk di sini diperlakukan seperti taxi bisa sampai lobby, tidak seperti bajaj di Jakarta, yang cuman sampai di depan mall atau gedung saja.
Wat Arun

Di icon siam ada banyak jajanan local, harga nya wokeh lah untuk kantong kita yang pas-pasan.. Kalau masuk restoran sih yach beda cerita. Tempatnya ramai banget dan meja pada penuh jadi akhirnya kita beli makanan dan duduk di pinggiran yang dimana banyak orang duduk dan kita makan di sana.
Icon Siam ini adalah mall kelas mewah jadi cakeppp betttss.. Dan view dari mall ini ke Chao Praya mantapp banget dan terdapat fountain show yang cukup lama di sini. Di sini kami nongkrong cukup lama sambil menunggu matahari terbenam. Setelah matahari terbenam kita menuju asiatique.
Icon Siam

Untuk menuju asiatique kita menggunakan ferry gratis dari icon siam ke Saphan Taksin. Setelah sampai di saphan taksin maka kita antri lagi ferry gratis dari saphan taksin menuju asiatique. Yach hitung2 kita menikmati Chao Praya di malam hari. J
Sesampai di asiatique kita cari jajanan lagi. Haha… Kemudian baru ngiterin asiatique.. Dan di sana saya masuk ke tempat oleh2 yang dulu pernah saya datangi dan belanja oleh2 lagi. Anyway, beberapa item harga nya lebih murah dibanding Big C. Camilan babi kering yang saya lihat di Big C seharga 265baht, disini cuman 125baht. Jadi beli dech di sini.. Dulu saya belanja banyak ditoko tersebut dan dipackingin kardus dan gratis. Tapi karna kali ini cuman belanjanya gak banyak, hanya 1 kresek, kagak didusin.


Penampakan Asiatique

Dari asiatique untuk menuju hotel kami browsing bahwa bisa naik taxi dan ada surcharge 20baht. Tapi kami putuskan kembali ke saphan taksin dengan ferry dan naik taxi dari sana. Ini adalah keputusan yang salah. Di saphan taksin ternyata tidak bisa langsung cari taxi tetapi harus jalan lumayan jauh ke depan, mungkin sekitar 300m dan jalan tersebut cukup gelap, jadi bikin deg2an. Untungnya ada orang2 yang satu ferry dengan kami yang jalan bareng. Setelah sampai di depan maka kami gunakan taxi untuk ke hotel. Kali ini sudah tidak check harga grab dan langsung memanggil taxi yang lewat. Sejauh ini menurut kami harga taxi pasti lebih murah dibanding naik grab.

No comments:

Post a Comment