2 April 2019, Hari
ke 3
Hari ini kami
berencana ke Grand Palace, Wat Pho (Reclining Budha), Wat Arun, Icon Siam,
Asiatique.
Sarapan di ruko
sebelah Platinum mall, harga Hainan chicken rice 60 baht, dan wife ambil makan
prasmanan dengan 2 lauk tanpa daging seharga 40 baht saja. Dari depan tempat
makan apabila dengan Grab harga nya 160an baht dan lagi-lagi kami menggunakan
taxi yang sebelumnya kami pastikan menggunakan argo. Argo menunjukkan 105 baht
ketika sampai di Grand Palace dan kami kasih supir 120 baht. Supir terlihat
senang sekali, mungkin ini antaran pertama dia pagi ini.
Di Grand Palace
kami hanya foto2 di depan Grand Palace, tidak masuk ke dalam. Tiket untuk masuk
setau saya cukup mahal, dulu 2014 seharga 500baht. Setelah selesai di Grand Palace kami jalan
kaki 850m ke Wat Pho. Cuaca sangat panas dan very exhausted.
Tiket masuk Wat
Pho sebesar 200baht seorang dan mendapatkan 1 botol air minum. Celakanya tiket
untuk tuker air minumnya hilang sama saya. Jadinya diomelin ama wife. Haha..
Untungnya kami selalu bawa botol minum ketika brangkat dan di sana bisa isi air
minum juga. Bangunan wat pho ini arsitektur nya mirip dengan kuil di Grand
Palace, mungkin karna kuil ini dekat dengan Grand Palace dan arsitek nya juga
sama. Its just my opinion anyway.
Setelah puas
foto2 maka kami menuju pier (dermaga) yang persis terdapat di seberang Wat Pho
untuk menuju Wat Arun. Biaya ferry dari Wat Pho ke Wat Arun hanya sebesar 4
baht. Sangat murah…
Sesampai di Wat
Arun, kami masuk ke kuil (bukan Wat Arun tetapi kuil di sebelahnya) yang dimana
banyak orang local masuk dan ternyata di dalam terdapat kuil dimana mereka sembahyang.
Untuk masuk kuil ini tidak ada biaya masuknya.
Setelah itu kami
nongki dulu beli iced coffe latte seharga 60baht. Setelah melepas lelah baru
kami masuk ke Wat Arun, harga tiket Wat Arun sebesar 50baht 1 orang. Setelah
puas foto2 di Wat Arun maka kami menuju Icon Siam. Menuju Icon Siam rencana nya
dengan jalan darat, tidak ferry. Taxi yang pertama kami temui minta 250baht
untuk menuju icon siam, padahal jaraknya cuman sekitar 4km. Lalu kami samperin
tuk2 dimana dia minta 100baht dan kami tawar 80baht. Then kita jalan lagi pake
tuk2. Hehe.. Kali ini supir nya lebih normal. Haha.. Perjalanan sekitar 20 meni
dan sampai di Icon Siam. Kami diantar sampai lobby IconSiam. =)) Jadi tuktuk di
sini diperlakukan seperti taxi bisa sampai lobby, tidak seperti bajaj di
Jakarta, yang cuman sampai di depan mall atau gedung saja.
Wat Arun
Di icon siam ada
banyak jajanan local, harga nya wokeh lah untuk kantong kita yang pas-pasan..
Kalau masuk restoran sih yach beda cerita. Tempatnya ramai banget dan meja pada
penuh jadi akhirnya kita beli makanan dan duduk di pinggiran yang dimana banyak
orang duduk dan kita makan di sana.
Icon Siam ini
adalah mall kelas mewah jadi cakeppp betttss.. Dan view dari mall ini ke Chao
Praya mantapp banget dan terdapat fountain show yang cukup lama di sini. Di
sini kami nongkrong cukup lama sambil menunggu matahari terbenam. Setelah
matahari terbenam kita menuju asiatique.
Icon Siam
Untuk menuju
asiatique kita menggunakan ferry gratis dari icon siam ke Saphan Taksin.
Setelah sampai di saphan taksin maka kita antri lagi ferry gratis dari saphan
taksin menuju asiatique. Yach hitung2 kita menikmati Chao Praya di malam hari. J
Sesampai di
asiatique kita cari jajanan lagi. Haha… Kemudian baru ngiterin asiatique.. Dan
di sana saya masuk ke tempat oleh2 yang dulu pernah saya datangi dan belanja
oleh2 lagi. Anyway, beberapa item harga nya lebih murah dibanding Big C.
Camilan babi kering yang saya lihat di Big C seharga 265baht, disini cuman
125baht. Jadi beli dech di sini.. Dulu saya belanja banyak ditoko tersebut dan
dipackingin kardus dan gratis. Tapi karna kali ini cuman belanjanya gak banyak,
hanya 1 kresek, kagak didusin.
Penampakan Asiatique
Dari asiatique
untuk menuju hotel kami browsing bahwa bisa naik taxi dan ada surcharge 20baht.
Tapi kami putuskan kembali ke saphan taksin dengan ferry dan naik taxi dari
sana. Ini adalah keputusan yang salah. Di saphan taksin ternyata tidak bisa
langsung cari taxi tetapi harus jalan lumayan jauh ke depan, mungkin sekitar
300m dan jalan tersebut cukup gelap, jadi bikin deg2an. Untungnya ada orang2
yang satu ferry dengan kami yang jalan bareng. Setelah sampai di depan maka
kami gunakan taxi untuk ke hotel. Kali ini sudah tidak check harga grab dan
langsung memanggil taxi yang lewat. Sejauh ini menurut kami harga taxi pasti
lebih murah dibanding naik grab.



No comments:
Post a Comment