Saturday, April 20, 2019

Thailand Trip – Part 4 (Huahin: The Venesia, Huahin Railway Station, Plearnwarn, Huahin Night Market)

3 April 2019, Hari ke 4 – Menuju Huahin
Pagi ini kami sarapan di dekat hotel dengan harga 60 baht untuk 1 mangkok mie. J Dan membeli 1 iced coffe latte seharga 40 baht untuk bekal perjalanan ke huahin. =)) Hari ini kami agak lelet dan baru keluar hotel jam 10.30 dan mengabil taxi di jalan untuk menuju mochit. Daerah pratunam menurut kami agak sulit menemukan driver yang mau menggunakan argo, tapi apabila sabar pasti dapat (kurang dari 10 sudah dapat).
Hasil browsing kami diarahakan menuju mochit untuk naik van menuju Huahin. Supaya tidak nyasar kami tunjukkan foto Mochit Bus Terminal ke supir taxi. Sesampai di mochit ternyata terdapat banyak sekali loket dan kami tanyakan ke security dan kami diarahkan untuk menyebrang dari MoChit untuk naik van ke Huahin. Ternyata yang harus kami tuju adalah Mochit New Van Terminal, bukan Mochit Bus Terminal. Mochit New Van Terminal terletak di seberang dari Mochit Bus Terminal, jadi mesti nyebrang dulu ya guys.

Penampakan Mochit New Van Terminal dari Google


Segera kami cari loket penjualan tiket van, dan langsung diarahkan untuk masuk ke van dan 5 menit setelah masuk kami langsung cusss menuju Huahin. Jam menunjukkan 11.20 ketika kami berangkat. Van hanya berhenti 1 kali di pomp bensin selama perjalanan ke Huahin. Perjalanan ke Huahin akan melewati Santorini Park. Santorini Park berjarak 30km ke Huahin, jadi apabila turis yang hanya tertarik menuju Santorini Park maka tidak perlu sampai ke Huahin. Cukup minta stop di Santorini Park saja dengan Pak supir.
Kami tiba di hotel jam 12.50, jadi tepat 3 jam 30 menit dari mochit sampai Huahin. Di dekat hotel tidak terlihat rumah makan maka kami putuskan untuk membeli makanan di Sevel yang ada di sebelah hotel untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Setelah check in kami sewa motor dari hotel untuk memudahkan transportasi kami di Huahin, biaya sewa motor sebesar 300baht dan sudah termasuk bensin. Harga ini agak mahal karena seharusnya 200baht sudah bisa dapat sewa motor untuk 24 jam, but its okay karna kami tidak punya waktu untuk berkeliling mencari sewa motor.
Setelah mengisi perut kami maka kami langsung cuss menggunakan motor menuju The Venesia Hua Hin yang terkenal itu, jarak nya 9km dari hotel saya. Perjalanan sekitar 20-25 menit karena motor tidak bisa kami pacu cepat, maximum hanya 50km per jam. Penyebabnya adalah kami diberikan helm yang tidak ada cover kaca nya sehingga mata akan terganggu apabila motor dipacu cepat. Tiket masuk The Venesia sebesar 150 baht. The Venesia cukup sepi dan kami segera ambil beberapa foto dan segera menuju Huahin Railway Station.
The Venesia HuaHin

Huahin Railway Station adalah stasiun kereta api tua yang sangat memikat. Letaknya hanya sekitar 2km dari hotel kami. Setelah mengambil foto maka kami menuju Plearnwarn, tempat nya mirip mall kecil tapi versi outdoor. Tempat ini juga tidak ramai, toko2 dan tempat makan pada sepi tapi as always banyak spot2 menarik untuk berfoto dan berselfie.. 
Huahin Railway Station

Kami putuskan untuk makan malam di sini karna tujuan terakhir kami malam ini adalah Huahin night market dan kami tidak tahu ada makanan apa saja yang bisa dibeli di sana. For safety reason kami makan saja di Pleanwarn. Dari plearnwarn kami balik ke hotel dahulu untuk mandi sebentar karna sudah kucel dan cape juga hari ini.
Capture an dari Plearnwarn


Setelah mandi sekitar jam 20.00 kami menuju Huahin Night market yang berjarak sekitar 400m dari hotel dengan berjalan kaki. Night market ramai dengan turis asia dan bule.  Di night market ada banyak seafood restaurant dengan udang gala yang berukuran jumbo. Kami hanya jajan di night market karna sudah makan di pleanwarn sebelumnya. Untuk menutup hari itu kami putuskan untuk mencoba thai massage seharga 200 baht dengan durasi 1 jam. Pijatan thai massage sangat unik dan membuat tubuh lebih segar. Jam menunjukkan jam 23.00 ketika kami selesai massage di night market dan kios2 juga sudah mulai tutup. Kemudian kami langsung berjalan pulang ke hotel.

Thailand Trip – Part 3 (Grand Palace, Wat Pho (Reclining Budha), Wat Arun, Icon Siam, Asiatique)



2 April 2019, Hari ke 3
Hari ini kami berencana ke Grand Palace, Wat Pho (Reclining Budha), Wat Arun, Icon Siam, Asiatique.
Sarapan di ruko sebelah Platinum mall, harga Hainan chicken rice 60 baht, dan wife ambil makan prasmanan dengan 2 lauk tanpa daging seharga 40 baht saja. Dari depan tempat makan apabila dengan Grab harga nya 160an baht dan lagi-lagi kami menggunakan taxi yang sebelumnya kami pastikan menggunakan argo. Argo menunjukkan 105 baht ketika sampai di Grand Palace dan kami kasih supir 120 baht. Supir terlihat senang sekali, mungkin ini antaran pertama dia pagi ini.
Di Grand Palace kami hanya foto2 di depan Grand Palace, tidak masuk ke dalam. Tiket untuk masuk setau saya cukup mahal, dulu 2014 seharga 500baht.  Setelah selesai di Grand Palace kami jalan kaki 850m ke Wat Pho. Cuaca sangat panas dan very exhausted.
Tiket masuk Wat Pho sebesar 200baht seorang dan mendapatkan 1 botol air minum. Celakanya tiket untuk tuker air minumnya hilang sama saya. Jadinya diomelin ama wife. Haha.. Untungnya kami selalu bawa botol minum ketika brangkat dan di sana bisa isi air minum juga. Bangunan wat pho ini arsitektur nya mirip dengan kuil di Grand Palace, mungkin karna kuil ini dekat dengan Grand Palace dan arsitek nya juga sama. Its just my opinion anyway.
Setelah puas foto2 maka kami menuju pier (dermaga) yang persis terdapat di seberang Wat Pho untuk menuju Wat Arun. Biaya ferry dari Wat Pho ke Wat Arun hanya sebesar 4 baht. Sangat murah…
Sesampai di Wat Arun, kami masuk ke kuil (bukan Wat Arun tetapi kuil di sebelahnya) yang dimana banyak orang local masuk dan ternyata di dalam terdapat kuil dimana mereka sembahyang. Untuk masuk kuil ini tidak ada biaya masuknya.
Setelah itu kami nongki dulu beli iced coffe latte seharga 60baht. Setelah melepas lelah baru kami masuk ke Wat Arun, harga tiket Wat Arun sebesar 50baht 1 orang. Setelah puas foto2 di Wat Arun maka kami menuju Icon Siam. Menuju Icon Siam rencana nya dengan jalan darat, tidak ferry. Taxi yang pertama kami temui minta 250baht untuk menuju icon siam, padahal jaraknya cuman sekitar 4km. Lalu kami samperin tuk2 dimana dia minta 100baht dan kami tawar 80baht. Then kita jalan lagi pake tuk2. Hehe.. Kali ini supir nya lebih normal. Haha.. Perjalanan sekitar 20 meni dan sampai di Icon Siam. Kami diantar sampai lobby IconSiam. =)) Jadi tuktuk di sini diperlakukan seperti taxi bisa sampai lobby, tidak seperti bajaj di Jakarta, yang cuman sampai di depan mall atau gedung saja.
Wat Arun

Di icon siam ada banyak jajanan local, harga nya wokeh lah untuk kantong kita yang pas-pasan.. Kalau masuk restoran sih yach beda cerita. Tempatnya ramai banget dan meja pada penuh jadi akhirnya kita beli makanan dan duduk di pinggiran yang dimana banyak orang duduk dan kita makan di sana.
Icon Siam ini adalah mall kelas mewah jadi cakeppp betttss.. Dan view dari mall ini ke Chao Praya mantapp banget dan terdapat fountain show yang cukup lama di sini. Di sini kami nongkrong cukup lama sambil menunggu matahari terbenam. Setelah matahari terbenam kita menuju asiatique.
Icon Siam

Untuk menuju asiatique kita menggunakan ferry gratis dari icon siam ke Saphan Taksin. Setelah sampai di saphan taksin maka kita antri lagi ferry gratis dari saphan taksin menuju asiatique. Yach hitung2 kita menikmati Chao Praya di malam hari. J
Sesampai di asiatique kita cari jajanan lagi. Haha… Kemudian baru ngiterin asiatique.. Dan di sana saya masuk ke tempat oleh2 yang dulu pernah saya datangi dan belanja oleh2 lagi. Anyway, beberapa item harga nya lebih murah dibanding Big C. Camilan babi kering yang saya lihat di Big C seharga 265baht, disini cuman 125baht. Jadi beli dech di sini.. Dulu saya belanja banyak ditoko tersebut dan dipackingin kardus dan gratis. Tapi karna kali ini cuman belanjanya gak banyak, hanya 1 kresek, kagak didusin.


Penampakan Asiatique

Dari asiatique untuk menuju hotel kami browsing bahwa bisa naik taxi dan ada surcharge 20baht. Tapi kami putuskan kembali ke saphan taksin dengan ferry dan naik taxi dari sana. Ini adalah keputusan yang salah. Di saphan taksin ternyata tidak bisa langsung cari taxi tetapi harus jalan lumayan jauh ke depan, mungkin sekitar 300m dan jalan tersebut cukup gelap, jadi bikin deg2an. Untungnya ada orang2 yang satu ferry dengan kami yang jalan bareng. Setelah sampai di depan maka kami gunakan taxi untuk ke hotel. Kali ini sudah tidak check harga grab dan langsung memanggil taxi yang lewat. Sejauh ini menurut kami harga taxi pasti lebih murah dibanding naik grab.

Thailand Trip – Part 2 (Platinum Mall, Central World, Siam Paragon, Siam Discovery, Big C Supermarket)


1 April 2019, Hari kedua adalah saatnya belanja dan ngiterin mall.
Yang kami masuk pertama adalah platinum mall, seperti ITC gitu dan banyak orang yang belanja dengan bawa2 koper untuk memasukkan belanjaannya. Dan yang saya incer pertama di sana adalah foodcourt nya. Haha… Menu yang dulu (tahun 2014) makan di sana dimana seingat saya harga nya 50 baht, sekarang sudah 65baht. Saya baca-baca Thailand ternyata mengalami inflasi cukup tinggi beberapa tahun terakhir ini.
Dari platinum mall kita menuju Centralword mall dengan berjalan kaki lewat Sky Walk yang menghubungkan 2 mall itu.  Jembatan tersebut terletak di Lantai 2 daripada Platinum Mall, dan tentunya saya bertanya kepada security di sana karna blom pernah menggunakan sky walk ini. Jembatannya besar, ramai dan, nyaman walaupun suhu di Bangkok yang lumayan panas. Tidak kalah dengan Jakarta.
Dari centralworld kami menuju Siam Paragon, cara nya juga mirip yaitu menggukan jembatan penghubung antara centralworld dengan Siam Paragon. Jembatan ini adalah jembatan terhubung langsung dengan BTS yang ada di dekat Siam Paragon. Jadi sangat mudah untuk berpindah mall di deareah ini. Di sebelah Siam Paragon terdapat Siam Discovery dan kami makan malam di Siam Discovery ini, Harga makanan di Foodcourt di sini tidak mahal, mulai dari 60baht sudah dapat makanan. 60 baht bisa mendapatkan mie wonton, lebih murah dibandingkan dengan mie wonton yang saya beli di dekat hotel kemarin 100baht.
Setelah puas mengitari mall yang ada maka kami putuskan untuk balik ke hotel dan sebelumnya kami menuju Big C Supermarket. Big C letaknya diseberang Centralworld, jadi kami berjalan balik dari Siam Discovery, Siam Paragon menuju Centralworl. Big C adalah supermarket di Bangkok, dan kami belanja cukup banyak di sini. Belanjaannya bisa dipacking pakai kardus (gratis) tetapi lakbannya perlu beli seharga 25baht.
Kesimpulannya kalau untuk ngiterin mall2 di daerah ini cukup berjalan kaki, tidak perlu grab ataupun taxi. Hari ini ongkos transport NOL, modal kaki saja. Haha…

Thailand Trip – Part 1 (Chatuchak, Jeh O Chula)


31 Maret 2019, Hari Pertama

Persiapan ke Bangkok sudah dimulai dari 2 bulan sebelum berangkat dimana mesti prepare Hotel, destinasi, itenary dan tempat menginap. Setelah diputuskan berdua wif maka kita akan menginap di Bangkok selama 4 malam dan 1 malam di Hua Hin. Supaya hemat makan perjalanan ke Hua Hin juga menggunakan van, tidak carter mobil.
Sebelum berangkat kami pastikan koper yang dibawa tidak melebihi 7kg sesuai dengan ketentuan dari AirAsia. Kami tidak beli bagasi dari CKG ke DMK untuk menghemat budget dan untuk baju yang kurang harus beli Bangkok. Haha..  Jadi mau gak mau harus belanja. =))
Demi menghindari ketinggalan pesawat ataupun kesalahan-kesalahan lain secara kami jarang penerbangan internasional maka kami berangkat dari rumah jam 04.45. Jadwal  Pesawat dari Cengkareng terbang dari jam 06.50, dimana kita brangkat dari rumah jam 4.45 kemudian boarding jam 06.30, pesawat take off 06.50 dan tiba di Don Mueang sekitar 10.30. Everthings in on schedule..
Setibanya di Don Mueang, yang pertama dilakukan adalah cari counter yang jualan simcard tourist. Setelah dibanding2 maka kami memutuskan untuk beli dari counter DTac, lebih ekonomis. Wife ambil paket 1 minggu 179Bath (9 GB) dan saya ambil paket 1 minggu 199bath (5GB). Ada perbedaannnya tapi karna gak mengerti perbedaannya maka kita ambil yang berbeda saja. Karna saya yang pastinya akan berperan sebagai navigator, menggunakan google maps dan browsing2 maka saya ambil yang lebih mahal sedikit walaupun gak tau perbedaannya. Wkwkwk…
Setelah internet di handphone telah berfungsi dengan baik, maka saat nya kami mencari kendaraan untuk ke Bangkok. Pililhan kami adalah menggunakan Bus, ketika keluar dari airport terlihat terdapat Bus A2 yang menuju ke Mo Chit maka kami langsung naik Bus itu. Dan pastinya kami bertanya ulang ke kondektur dengan bahasa ‘Mo Chit’?? Untuk make sure kita gak salah bus saja.. Haha..
Setelah bus berjalan maka kondektur mulai kolek biaya bus. Yang unik adalah kondektur menggunakan tabung seperti tabung bambu yang di dalam nya terdapat isi koin dan tiket. Yang dibayarkan adalah 30 baht untuk seorang.
Sesampai di mochit sekitar jam 13.00 kami langsung menuju Chatuchak weeked market. Panas nya di sana bujubuneng.. Keliling di sana kita gak belanja, cuman liat2 dan jajan saja.. Coconut ice cream sangat menarik dengan harga 60 baht, es jerus 20baht, dan sate babi yang menggoda dengan harga 10 baht 1 tusuk. Murah baangettt sate babi nya. Hoho.. Untuk makan siang tidak di sana karna belum laper, secara tadi di pesawat sudah beli makan di pesawat. Jadi kami putuskan untuk makan di dekat hotel saja nanti.
Dari chatuchak untuk menuju hotel kami check jika menggunakan grab maka biaya adalah 169 baht, jarak ke hotel sekitar 9 km. Kami putuskan mencoba menggunakan taxi dengan pastikan driver menggunakan argo, caranya adalah tanya supirnya “meter??” jika dia dah okay, maka pertanyaan sopir pastinya where are you go. Setelah okay maka kami masuk ke taxi. Btw, tidak semua taxi mau menggunakan argo dan banyak yang mau nya boronngan dah harga nya mahal, saya rasa karna mereka tau kita turis dan mau ambil keuntungan dari kita. Perjalanan ke hotel hanya 109 baht menurut argo dan kita kasih supir nya 120 baht, lebih 13 baht sebagai tips. Hitung-hitung masih hemat 49 baht dibanding kalau menggunakan grab. Perjalanan ke hotel ditempuh sekitar 30 menit.
Setelah check in di hotel di daerah Pratunam jam sudah menunjukkan jam 15.30, wajar perut sudah berbunyi maka kita langsung cari makan. Setelah melihat-lihat maka kami masuk ke restoran mie wonton dan pelayannya bisa speak Bahasa bokk.. walaupun simpel2 seperti: mie kering, basah, kuah.
Its okaylah… haha.. 1 mangkok mie 100baht. Menurut aku mahal karna seingat aku dulu pada tahun 2014 harga makanan di Bangkok hanya sekitar 50-60 baht.  Tapi karna sudah lapar, peduli amat yang penting makan dulu.
Kemudian kami balik ke hotel dan mandi dan beristirahat sebentar karena tadi pagi kami bangun nya juga subuh. Jam 19.00 kami jalan dari hotel dan menuju pratunam night market, dan area depan platinum, dari hotel hanya perlu modal jalan kaki. Murah kan. haha.. Hanya melihat2 saja di sana karna tujuan kami adalah mau makan malam di Jeh O Chula. Tom Yum Noodle nya yang terkenal hanya dijual pada jam 23.00 ke atas, jadi ceritanya kami berencana makan di sana jam 23.00. Setelah ditimbang-timbang kami tidak mau makan di atas jam 23.00 demi semangkok noodle tapi kami akan pesan makanan selain tom yum noodle saja. Jam sudah menunjukkan jam 20.00 dan saya putuskan ganjel perut aja dulu di McD di Platinum. Setelah makan di McD kami check Grab untuk transport kami ke Jeh O Chula, jarak sekitar 4km. Harga yang kami dapatkan 149 baht dari Grab. Lagi2 kami putuskan tidak mengggunakan grab dan coba tawar taxi. Taxi yang ada menolak kami, minta 250baht. Kemudian ada tuk2 yang menghampiri kami dan minta 100baht, tetapi kami tawar dengan 80baht. Eng ing eng.. kami brangkat dengan tuk2, dah celaka nya ini tuk tuk ngebut bangett, wife ampe shock. Driver yang ini emang gila banget, padahal tuk2 lain tidak sengebut ini. Tapi tetep nyampe dengan selamat koq..
Sesampai di Jeh O Chula, sudah terlihat ada banyak antrian. Kami ambil nomor dan di depan kami masih ada sekitar 20 nomor. Setelah menunggu 30 menitan maka nomor kami dipanggil, dan yang ditawari meja di depan (tidak dalam ruang berAC), dan karna kita pikir ya udahlah daripada nunggu lagi maka kami ambil saja. Kami pesan 3 lauk(Kailan cah crispy pork, hekeng, tom yum Noodle). Tom Yum noodle yang kami pesan ini berbeda dengan yang dijual diatas jam 23.00, menurut pelayan di sana perbedaannya hanyalah kalau yang jam 23.00 terdapat telor. Yowess, daripada nggak dapat tom yom nya. Perlu 30 menit untuk keluar lauk pertama, lama euyy.. Dan 15 menit kemudian baru lengkap.
Rasa tom yom nya memang jempol banget, mang worthed buat ditungggu. Kailan crispy pork juga jempol, crispy nya gak ilang walau udah di-cah. 


Lupa namanya.. Something Prawn gitu2 lah. Haha.. Kalau di Pontianak sebutnya Hekeng.
 Tom Yum Noodle
Kailan Crispy Pork.


Selesai makan jam sudah menunjukkan jam 22.30 dan kita ambil taxi saja untuk pulang ke hotel. Biaya taxi hanya 67 baht dan kami kasih 80bath ke driver.
Selama kami menggunakan taxi ataupun tuk2, yang jelas google maps selalu saya pantau untuk memastkan tidak dibawaa muter2 oleh taxi.
That’s our 1st day..


Saturday, October 13, 2018

Perpanjang Passport di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat September 2018

Saya coba share pengalaman prrpanjang passport di Jakarta Barat, Kantor  Imigrasi Kelas 1 yang ada di kota tua. Passport saya segera berakhir di bulan November 2018, emang masih ada 2 bulan lagi sebelum masa expired passport tetapi dikarenakan load kerjaan di kantor sedang rendah maka saya memutuskan untuk urus perpanjangan passport. Setelah googling dan baca2 di internet maka dengan yakin saya akan urus di kantor imigrasi yang di daerah kota tua. Passport asal saya dari daerah, yaitu dari Kalimantan Barat. Dan nama di passport saya terdapat perbedaan dengan di KTP karna di passport ditambahkan nama marga saya. Agak kuatir juga, takutnya hal ini dipermasalahkan di kantor imigrasi. Selama ini saya selalu mengurus passport di Pontianak dengan bantuan biro jasa karna biasanya ketika pulkam cuti saya gak cukup untuk mengurus sendiri. Jadi biar cepatlah cerita nya. Hehe...

Untuk perpanjang passport ini saya check di internet ada beberapa dokumen yang dibutuhkan, tetapi ada perbedaan2 sedikit. Perbedaannya adalah yang bilang butuh ijazah ada yg butuh surat kawin. Nah karena beda2 maka kusiapin yang menurutku masuk akal.
Berikut dokumen yang kusiapkan:
  1. KTP
  2. Passport Lama
  3. Akta Lahir
  4. Kartu Keluarga
  5. Surat Nikah

Langkah2 perpanjang passport saya ( bulan September 2018):
  1. Ambil antrian online lewat applikasi online di android. Applikasi bisa didownload di playstore dengan nama applikasi 'Antrian Online Passport'. Setelah download applikasi tersebut maka kita bisa daftar online terlebih dahulu dimana di applikasi tersebut kita bisa memilih kantor imigrasi mana yang akan didatangi dan tanggal berapa dan kita akan mendapatkan nomor antrian langsung dari applikasi tersebut. Di nomor antrian terdapat informasi lebih detail jam berapa kita harus datang di kantor imigrasi. Pastikan kita tidak telat... Kebetulan saya mendapatkan antrian di jam 8-9 pagi.
  2. Mempersiapkan dokumen yang saya sebutkan diatas. Karena tidak ada informasi detail apakah diperlukan yg asli ataupun fotocopy maka saya bawa semua yang asli dan daya fotocopy 2 rangkap untuk semua dokumen.
  3. Pada hari H (Rabu) saya sapai di kantor imigrasi 08.20 pagi, agak telat tapi yach namanya jg Jakarta. Haha.. Kemudian diarahkan security untuk ke petugas yang ada di sebelah kiri pintu masuk. Kebetulan tidak ada antrian dan saya segera dilayani, saya diberikan 1 form dan diminta untuk mengisi form tsb. 
  4. Setelah diisi kemudian saya harus kembali ke petugas tersebut untuk discreening kembali. Proses pengisiian form itu oleh saya cukup lama, mungkin sktr 15-20 menit karena saya sempat salah isi kemudian minta form baru untuk isi kembali. Setelah diisi saya kembali ke petugas lagi dan lagi ada antrian dan saya perlu menunggu. Tetapi baru antri sekitar 1 menit.. tiba2 ada petugas yang antriannya kosong dan saya langsung dilayani. Jadi ceritanya gak antri dech.. mungkin lagi hoki.
  5. Saya kemudian menyerahkan semua dokumen yang saya bawa kemudian  dipilih oleh petugas mana yang dibutuhkan. Yang diambil oleh petugas adalah Passport Asli, fotokopi KTP 1 lembar, KK 1 lembar dan Akta Lahir 1 lembar. Sisanya dibalikin ke saya. Setelah dicheck dokumennya maka saya mendapatkan nomor antrian interview.
  6. Begitu selesai screening dokumen, nomor antrian interview saya langsung dipanggil. Hoki lagi, tidak perlu antri. Hehe... Interview standard lha ya isi nya. Nah yang agak berbeda saya ditanyakan apakah membawa surat pengantar dari kantor tempat saya bekerja. Saya gak siapin ini karena kan passport saya ini tidak ada hubungannya dengan tugas dari kantor, jadi menurutku agak aneh jg sih dimintain ketika interview ini. Tetapi untung nya saya bawa ID Card karyawan yang kemudian saya fotokopi di dalam kompleks kantor imigrasi tersebut utk diserahkan ke petugas. Nama di passport yang ketambahan nama marga yg saya kuatirkan sebelumnya ternyata tidak masalah karena nama papa ada marganya. Di sini saya dikonfirmasi kembali untuk paspport yg saya bikin adalah pasport biasa. Kemudian saya coba tanyakan paspport online, tetapi petugas menjelaskan bahwa passport online sedang tidak ada stock nya. Jadi ya sudah, saya bikin pasport yang biasa aja, toh hemat 300rb.  
  7. Setelah interview saya langsung difoto dan diambil sidik jarinya. Setelah itu diminta menunggu sebentar untuk resi yang akan digunakan untuk pembayaran biaya passport.
  8. Pembayaran biaya paspport saya lakukan di mobil Pos Indonesia yang terdapat di dalam kompleks kantor imigrasi dan sekali lagi saya tidak antri. Hehe.. 
  9. Jam menunjukkan 9.20 pagi setelah pembayaran biaya passport. Jadi hanya 1 jam saja proses nya. Itu juga lama karena saya isi form nya ngulang 1 kali.
  10. Hari senin pagi saya mendapatkan sms dari nomor call center imigrasi bahwa passport saya sudah jadi dan bisa diambil. Keesokkan nya saya sampai di kantor imigrasi jam 8.25 pagi dan kemudian scan resi yang saya dapatkan dari petugas interview di bagian pengambilan passport dan langsung dapat nomor antrian di layar monitor. Dan sekali lagi saya hanya nunggu sebentar karena antrian sudah di nomor 24 dan saya nomor 25. Jam 8.35 saya sudah kembali di parkiran imigrasi. Hanya 10 menit saja proses pengambilan passport saya di kantor imigrasi. 

Semoga sharing ini membantu bagi yang ingin mencoba urus passport sendiri. Mudah dan cepat koq... 

Saturday, June 11, 2016

Mengapa "Hidung" Mobil Sekarang Mudah Ringsek?


Bagi sejumlah orang khususnya pengguna mobil, ada yang belum tahu kenapa mobil sekarang bagian depannya mudah ringsek atau remuk saat terjadi tabrakan? Hal itu bukan karena kualitasnya buruk, melainkan sudah menggunakan teknologi crumple zone (zona benturan).
Crumple zone merupakan area dimana kendaraan didesain untuk mengerucut dan berubah bentuk saat tabrakan terjadi. Dengan begitu, energi akan terserap dan mengurangi efek tumbukkan yang bisa menyebabkan cedera fatal pada penumpang. Selain itu, bahan plastik kini kerap dipilih jadi material utama bemper, selain lebih ringan juga punya biaya lebih kompetitif.
General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi, menuturkan, mobil keluaran terbaru kebanyakan sudah mengadopsi teknologi crumple zone. Sebab, untuk meningkatkan keamanan penumpang kendaraan saat terjadi tabrakan, karena mampu diredam oleh bodi bagian depan.
“Bagian depan mobil tersebut akan melipat atau mengkerut ketika terjadinya benturan,” kata Dadi saat dihubungi KompasOtomotif,  Selasa (5/4/2016) malam.

Source: Kompas

Friday, April 8, 2016

Batam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Indonesia Dibangun di Batam


batampos.co.id -Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) bakal dibangun di Batam. Jika jadi, PLTN itu bakal menjadi yang pertama di Indonesia.
Kantor berita Antara melaporkan, rencana pembangunan PLTN itu sudah memasuki tahap studi tempat ke sejumlah pulau strategis di sekitar Batam.
“Kami sudah melakukan studi tapak, guna mengetahui lokasi yang tepat untuk pembangunan pembangkit tersebut,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (4/4/2016).
Andi menyebut studi tersebut dilakukan pada sejumlah pulau di Kota Batam bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Proses pembangunan PLTN itu bakal memakan waktu 10 tahun. Namun Andi belum mau menyebutkan pulau mana yang dijadikan tempat membangun PLTN.
Tidak hanya melakukan studi awal, BP Batam bahkan sudah menyelesaikan prafeasibility study. Sehingga begitu studi awal selesai, kedua badan tersebut akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Jadi prosesnya masih lama,” kata dia.
Perusahaan milik Pemerintah Rusia, Rosatom, memang sudah beberapa kali mengunjungi BP Batam menawari kerjasama pembangunan PLTN yang dinilai lebih hemat beberapa kali, dibanding menggunakan gas dan BBM.
Pembangkit nuklir dinilai cocok untuk industri dengan kemampuan pembangkit hingga 4.800 megawatt (MW).
Director of Business Development Rasatom Anna Kudryavtseva mengungkapkan proyek mereka sudah sukses dilakukan Turki dengan menghasilkan energi 2400 MW.
Mereka membutuhkan lahan sekitar 40 hektare jika pemerintah dan masyarakat setuju Rosatom membangun PLTN di Batam. (antara/cnnindonesia/nur)
source : Batampos.co.id