Saturday, October 13, 2018

Perpanjang Passport di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat September 2018

Saya coba share pengalaman prrpanjang passport di Jakarta Barat, Kantor  Imigrasi Kelas 1 yang ada di kota tua. Passport saya segera berakhir di bulan November 2018, emang masih ada 2 bulan lagi sebelum masa expired passport tetapi dikarenakan load kerjaan di kantor sedang rendah maka saya memutuskan untuk urus perpanjangan passport. Setelah googling dan baca2 di internet maka dengan yakin saya akan urus di kantor imigrasi yang di daerah kota tua. Passport asal saya dari daerah, yaitu dari Kalimantan Barat. Dan nama di passport saya terdapat perbedaan dengan di KTP karna di passport ditambahkan nama marga saya. Agak kuatir juga, takutnya hal ini dipermasalahkan di kantor imigrasi. Selama ini saya selalu mengurus passport di Pontianak dengan bantuan biro jasa karna biasanya ketika pulkam cuti saya gak cukup untuk mengurus sendiri. Jadi biar cepatlah cerita nya. Hehe...

Untuk perpanjang passport ini saya check di internet ada beberapa dokumen yang dibutuhkan, tetapi ada perbedaan2 sedikit. Perbedaannya adalah yang bilang butuh ijazah ada yg butuh surat kawin. Nah karena beda2 maka kusiapin yang menurutku masuk akal.
Berikut dokumen yang kusiapkan:
  1. KTP
  2. Passport Lama
  3. Akta Lahir
  4. Kartu Keluarga
  5. Surat Nikah

Langkah2 perpanjang passport saya ( bulan September 2018):
  1. Ambil antrian online lewat applikasi online di android. Applikasi bisa didownload di playstore dengan nama applikasi 'Antrian Online Passport'. Setelah download applikasi tersebut maka kita bisa daftar online terlebih dahulu dimana di applikasi tersebut kita bisa memilih kantor imigrasi mana yang akan didatangi dan tanggal berapa dan kita akan mendapatkan nomor antrian langsung dari applikasi tersebut. Di nomor antrian terdapat informasi lebih detail jam berapa kita harus datang di kantor imigrasi. Pastikan kita tidak telat... Kebetulan saya mendapatkan antrian di jam 8-9 pagi.
  2. Mempersiapkan dokumen yang saya sebutkan diatas. Karena tidak ada informasi detail apakah diperlukan yg asli ataupun fotocopy maka saya bawa semua yang asli dan daya fotocopy 2 rangkap untuk semua dokumen.
  3. Pada hari H (Rabu) saya sapai di kantor imigrasi 08.20 pagi, agak telat tapi yach namanya jg Jakarta. Haha.. Kemudian diarahkan security untuk ke petugas yang ada di sebelah kiri pintu masuk. Kebetulan tidak ada antrian dan saya segera dilayani, saya diberikan 1 form dan diminta untuk mengisi form tsb. 
  4. Setelah diisi kemudian saya harus kembali ke petugas tersebut untuk discreening kembali. Proses pengisiian form itu oleh saya cukup lama, mungkin sktr 15-20 menit karena saya sempat salah isi kemudian minta form baru untuk isi kembali. Setelah diisi saya kembali ke petugas lagi dan lagi ada antrian dan saya perlu menunggu. Tetapi baru antri sekitar 1 menit.. tiba2 ada petugas yang antriannya kosong dan saya langsung dilayani. Jadi ceritanya gak antri dech.. mungkin lagi hoki.
  5. Saya kemudian menyerahkan semua dokumen yang saya bawa kemudian  dipilih oleh petugas mana yang dibutuhkan. Yang diambil oleh petugas adalah Passport Asli, fotokopi KTP 1 lembar, KK 1 lembar dan Akta Lahir 1 lembar. Sisanya dibalikin ke saya. Setelah dicheck dokumennya maka saya mendapatkan nomor antrian interview.
  6. Begitu selesai screening dokumen, nomor antrian interview saya langsung dipanggil. Hoki lagi, tidak perlu antri. Hehe... Interview standard lha ya isi nya. Nah yang agak berbeda saya ditanyakan apakah membawa surat pengantar dari kantor tempat saya bekerja. Saya gak siapin ini karena kan passport saya ini tidak ada hubungannya dengan tugas dari kantor, jadi menurutku agak aneh jg sih dimintain ketika interview ini. Tetapi untung nya saya bawa ID Card karyawan yang kemudian saya fotokopi di dalam kompleks kantor imigrasi tersebut utk diserahkan ke petugas. Nama di passport yang ketambahan nama marga yg saya kuatirkan sebelumnya ternyata tidak masalah karena nama papa ada marganya. Di sini saya dikonfirmasi kembali untuk paspport yg saya bikin adalah pasport biasa. Kemudian saya coba tanyakan paspport online, tetapi petugas menjelaskan bahwa passport online sedang tidak ada stock nya. Jadi ya sudah, saya bikin pasport yang biasa aja, toh hemat 300rb.  
  7. Setelah interview saya langsung difoto dan diambil sidik jarinya. Setelah itu diminta menunggu sebentar untuk resi yang akan digunakan untuk pembayaran biaya passport.
  8. Pembayaran biaya paspport saya lakukan di mobil Pos Indonesia yang terdapat di dalam kompleks kantor imigrasi dan sekali lagi saya tidak antri. Hehe.. 
  9. Jam menunjukkan 9.20 pagi setelah pembayaran biaya passport. Jadi hanya 1 jam saja proses nya. Itu juga lama karena saya isi form nya ngulang 1 kali.
  10. Hari senin pagi saya mendapatkan sms dari nomor call center imigrasi bahwa passport saya sudah jadi dan bisa diambil. Keesokkan nya saya sampai di kantor imigrasi jam 8.25 pagi dan kemudian scan resi yang saya dapatkan dari petugas interview di bagian pengambilan passport dan langsung dapat nomor antrian di layar monitor. Dan sekali lagi saya hanya nunggu sebentar karena antrian sudah di nomor 24 dan saya nomor 25. Jam 8.35 saya sudah kembali di parkiran imigrasi. Hanya 10 menit saja proses pengambilan passport saya di kantor imigrasi. 

Semoga sharing ini membantu bagi yang ingin mencoba urus passport sendiri. Mudah dan cepat koq...